Pada tanggal 27 Oktober 2011 saham eropa jatuh lebih dari 3% sehingga Pasar saham utama Eropa ditutup turun tajam karena kesengsaraan zona euro dan data AS yang lebih lemah memicu kekhawatiran bahwa dunia bisa menuju ke arah penurunan tajam lain, kata para dealer.

Saham-saham di pasar modal Eropa ditutup semakin menguat pada perdagangan Senin (31 Oktober 2011) waktu setempat. Keterpurukan ini dipimpin oleh sektor perbankan seiring dengan kekhawatiran terhadap kesepakatan penyelesaian krisis utang zona euro.

Sementara di Amerika Serikat, sentimen negatif juga melanda Wall Street pada awal perdagangan Senin. Saham-saham AS dibuka turun, seiring dengan tumbuhnya keraguan terhadap kesepakatan krisis zona euro serta adanya permintaan perusahaan sekuritas besar yang mengajukan bangkrut.

“Saham AS dipastikan akan meengawali minggu dengan nada asam, berkat pudarnya optimisme kesepakatan utang zona euro yang amat diantisipasi” kata Andrea Kramer di Schaeffer’s Investment Reseach.

“Lebih jauh, nampaknya Wall Street melakukan pendekatan hati-hati terhadap minggu penuh sesak dengan item-item penting di agenda, termasuk KTT para pemimpin G20, konferensi pers dengan Ketua the Fed Ben Bernanke, dan serangan gencar data pengangguran.”

Menambah pada ketidakpastian Wall Street adalah laporan bahwa perusahaan pialang MF Global hampir mengajukan perlindungan pailit.
Indeks tiga saham ditutup hampir mixed namun naik lebih dari tiga persen dalam minggu tersebut, ditopang kabar bahwa para pemimpin Uni Eropa mencapai kesepakatan utang zona euro.

“Pasar sangat menantikan hasil pertemuan tingkat tinggi (KTT) itu. Adanya penundaan pertemuan menjadi sentimen negatif,” ujar Espen Furnes, manajer pada Storebrand Asset Management.

Sumber :
(http://www.antaranews.com/berita/270270/saham-eropa-jatuh-lebih-dari-tiga-persen) (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/01/00055877/Saham.Eropa.dan.AS.Bertumbangan)
(http://www.antaranews.com/berita/282396/saham-as-merosot-ketika-optimisme-zona-euro-pudar)
(http://www.bisnis.com/articles/indeks-saham-eropa-terkoreksi-0-7-percent)