Krisis rawan masuk ke perekonomian Indonesia melaui tiga jalur, yaitu :
1. Kepercayaan
2. Perdagangan
3. Keuanagan
Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dalam hal kepercayaan Indonesia akan terkena berdampak manakala investor merasa tidak nyaman dinegara berkembang, termasuk Indonesia.
Dalam hal perdagangan, Indonesia akan terimbas apabila Jepang, China, dan India terkena dampak ekonomi global. Ini mengingat tujuan utama ekspor Indonesia adalah ketiga negara tersebut.
Dalam hal keuangan, perbankan di Eropa banyak yang memiliki klaim besar dari negara-negara Asia Pasifik. Hal ini juga rawan berimbas ke Indonesia.
Meskipun pertumbuhan ekonomi di Indonesia baik, kita harus tetap hati-hati karena permasalahan yang dihadapi Uni Eropa sebenarnya jauh lebih besar dari sekadar pembengkakan utang yang tidak terbayar, melainkan lebih dalam lagi, yakni pincangnya daya saing pada sebagian besar negara-negara di zona tersebut.
Menurut ekonom A Tony Prasetiantono mengemukakan, pertumbuhan ekonomi nasional bisa terkoreksi pada akhir tahun akibat dari kondisi krisis utang di wilayah Uni Eropa, khususnya Italia dan dari besar utang yang ada, Italia lebih besar ketimbang Yunani. Utang Italia mencapai 1,7-1,8 triliun euro, sedangkan Yunani hanya sekitar 340 miliar euro. Artinya, krisis Italia bisa lebih serius dari Yunani.

Sumber :
(http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/10/17/20374683/Tiga.Pintu.Masuk.Krisis)
(http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/10/18191530/Krisis.Eropa.Lebih.Parah.dari.Sekadar.Utang)
(http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/10/14522469/Krisis.Eropa.Pertumbuhan.Ekonomi.RI.Bisa.Terkoreksi.)