Beberapa minggu yang lalu Perum Bulog telah menandatangani kontrak baru pembelian beras dengan Vietnam sebanyak 300.000 ton. Dengan tambahan itu, kini kontrak pembelian beras dari Vietnam mencapai 1,2 juta ton.
Setelah dengan Vietnam Bulog juga tengah memproses pembelian beras dari India. Pada hari kamis 10 November 2011, Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menatakan “Minggu depan kami sudah akan menandatangani kontrak pembelian beras dengan India.”
Tahun 2011 Bulog mendapat izin untuk mengimpor beras 1,6 juta ton untuk memenuhi kekurangan pengadaan beras dalam negeri dan untuk keperluan cadangan beras nasional. Sampai dua pekan lalu, Indonesia masih kesulitan mendapatkan sumber beras impor, setelah Thailand dilanda banjir dan belum memberi kepastian ekspor.
Pemerintah seharusnya tidak perlu mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri karena kebutuhan pangan dalam negeri masih bisa dipenuhi oleh produksi petani di Indonesia.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes Masrukhi Bachro mengatakan seharusnya Indonesia tidak perlu mengimpor beras karena petani di dalam negeri masih bisa memenuhinya. Selain itu, masuknya beras impor ke Indonesia akan merugikan petani karena akan berdampak secara psikologis terhadap penurunan harga beras. Tujuannya Tujuannya untuk swasembada, kedaulatan pangan. Kalau sedikit-sedikit impor, kapan mau mandiri.

Sumber : (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/10/20/09345184/Pemerintah.Seharusnya.Tidak.Perlu.Impor.Beras)
(http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/10/22345955/Indonesia.Dapat.Tambahan.Impor.Beras)