Deputi Kepala Badan Pusat Statistik Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Slamet Sutomo, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh sektor non-tradable (sektor ekonomi yang tidak dapat diperdagangkan seperti sektor keuangan dan jasa). Ini menjadi tidak wajar karena Indonesia adalah negara yang berbasis sumber daya alam.

Mestinya sektor tradable (Produk Domestik Bruto) itu di atas pertumbuhan rata-rata. Sektor tradable ini meliputi sektor pertanian, pertambangan dan industri.

Hanya menurut rentang waktu data yang disajikannya sejak tahun 2001, pertumbuhan sektor non tradable selalu berada di atas pertumbuhan Produk Domestik Bruto.

Kondisi ini tidak sesuai dengan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, terutama sumber daya di sektor pertanian. Sebagai akibatnya, terjadi kesenjangan pendapatan antara masyarakat, khususnya petani. Pertumbuhan pendapatan masyarakat yang mempunyai sumber daya non-tradable lebih tinggi ketimbang para petani yang punya sumber daya tradable.

Deputi Kepala Badan Pusat Statistik Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Slamet Sutomo mengatakan solusi untuk menghadapi ini adalah dengan membangun sistem rasa sosial ekonomi Indonesia, selain itu diperlukan juga kebijakan pengolahan sumber daya pertanian berbasis ekonomi atau industri seperti program kembali ke desa karena banyak masyarakat pedesaan yang butuh perhatian bila berkaitan dengan kemiskinan dan pengangguran.

Narasumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/26/15274114/Pertumbuhan.Ekonomi.Nasional.Didorong.Oleh.Sektor.Non-Tradable.